Komponen kimiawi sel meliputi komponen organik (berupa karbohidrat, lipida, protein, dan asam nukleat), komponen anorganik (berupa garam-garam mineral), komponen spesifik (berupa enzim, vitamin, dan hormon), serta air.
Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts
Wednesday, September 4, 2019
SIFAT BIOLOGIS dan FISIKAWI pada MATRIKS SITOPLASMA
Sitoplasma mempunyai sifat biologis dan fisikawi pada matriks sitoplasma.
- Sifat-sifat biologis matriks sitoplasma yaitu mampu mengenali rangsang (iritabilitas) dan menghantarkan rangsang (konduktivitas).
- Sifat-sifat fisikawi matriks sitoplasma meliputi efek Tyndal, gerak Brown, gerak siklosis, memiliki tegangan permukaan, dan bersifat elektrolit.
PERBEDAAN UNSUR MAKRO DAN UNSUR MIKRO BESERTA PENYUSUNNYA
Unsur makro merupakan unsur-unsur yang ditemukan dalam jumlah besar.
Unsur-unsur makro penyusun sel yaitu fosfor, sulfur, kalsium, nitrogen, oksigen, hidrogen, dan karbon.
Unsur mikro merupakan unsur-unsur yang ditemukan dalam jumlah sedikit.
Unsur-unsur mikro penyusun sel yaitu magnesium, natrium, kalium, chlor, dan ferum.
Unsur-unsur makro penyusun sel yaitu fosfor, sulfur, kalsium, nitrogen, oksigen, hidrogen, dan karbon.
Unsur mikro merupakan unsur-unsur yang ditemukan dalam jumlah sedikit.
Unsur-unsur mikro penyusun sel yaitu magnesium, natrium, kalium, chlor, dan ferum.
NAMA-NAMA ILMUWAN YANG BERPERAN DALAM PENEMUAN DAN PERKEMBANGAN SEL
Beberapa ilmuwan yang berperan dalam penemuan dan perkembangan sel sebagai berikut.
1) Robert Hooke (1665), menemukan ruang- ruang kecil tanpa isi pada sayatan gabus Quercus suber yang disebut sel.
2) Robert Brown (1831), memaparkan sel merupakan ruangan kecil dibatasi oleh membran yang di dalamnya terdapat cairan.
3) Mathias Jacob Schleiden dan Theodor Schwan (1838), menyatakan bahwa sel merupakan unit struktural makhluk hidup.
4) Rudolf Virchow (1858), mengemukakan bahwa sel berasal dari sel sebelumnya.
5) Felix Durjadin menyatakan bagian yang paling penting dari sel adalah cairan sel.
6) Johanes Purkinye (1869), menamakan cairan sel dengan protoplasma.
7) Max Schulze (1874), menyatakan sel merupakan unit fungsional makhluk hidup.











